Konsep “best games” sering kali subjektif—apa yang dianggap terbaik oleh satu pemain mungkin berbeda bagi yang lain. Namun, ada aspek universal yang sering mencuat: inovasi, narasi kuat, gameplay yang menantang, serta pengaruh budaya. Di PlayStation, misalnya, Shadow of the Colossus sering dianggap masterpiece karena desain dunia terbuka yang minimalis tapi penuh makna, sekaligus menghadirkan momen berkesan dalam setiap pertarungan dengan raksasa. PSP ikut berkontribusi dengan menawarkan judul seperti Lumines, yang menyulap permainan puzzle menjadi pengalaman audiovisual artistik.
Sebagian besar “best games” di platform PlayStation lahir dari tim pengembang yang berani mengambil risiko. Ico, dengan gaya minimalis, menolak untuk memberikan banyak petunjuk dan justru menyerahkan emosi kepada interaksi sederhana antar karakter. Di PSP, LocoRoco menghadirkan kontrol yang unik—menggelindingkan bola masuk slot warna lewat tombol—dengan visual ceria dan musik catchy. Kedua contoh ini menunjukkan bahwa “terbaik” tidak melulu soal grafik mutakhir, melainkan kekuatan menyampaikan sesuatu yang unik.
Narasi dan atmosfer juga memainkan peran utama. Uncharted 4: A Thief’s End menawarkan petualangan penuh aksi, humor, dan momen dramatis dengan setting global nan memukau. Sementara itu, Dissidia Final Fantasy di PSP menyatukan karakter-karakter ikonik dari seluruh seri Final Fantasy, memberikan fandom pengalaman nostalgia sekaligus strategi tol besar. Kedua game ini mendefinisikan “best games” sebagai karya yang kuat dari segi cerita maupun eksekusi teknis.
Dari segi aksesibilitas, banyak judul PSP kini bisa dinikmati lewat layanan digital atau port remaster ke PlayStation 4 dan 5. Ini memungkinkan generasi baru untuk mengeksplorasi game klasik—yang dahulu dianggap sebagai best-seller fisik—dengan cara yang modern. Di Indonesia sendiri, pasar second-hand dan toko online kerap menghadirkan versi original PSP dan cartridge-nya, sehingga pemain yang merindukan autentisitas masih bisa mencapainya.
Secara keseluruhan, “best games” di PlayStation dan PSP mencerminkan keberagaman estetika dan genre—mulai dari aksi epik, puzzle imersif, hingga petualangan penuh warna. Kekuatan setiap judul terletak pada kemampuan menggugah pemain secara emosional dan intelektual, tak semata grafis flash—dan itulah inti dari perjalanan gaming sejati.